Tafsir Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an, yang lebih dikenal secara ringkas sebagai Tafsir Al-Qurthubi, merupakan salah satu mahakarya tafsir klasik paling berpengaruh dalam sejarah peradaban Islam. Ditulis oleh ulama besar asal Andalusia (Spanyol) abad ke-7 Hijriah, Imam Abu 'Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Qurthubi, karya ini menjadi rujukan utama lintas zaman dalam menggali kandungan hukum Fikih yang bersumber langsung dari Al-Qur'an.
Sama halnya dengan tradisi penulisan tafsir klasik pada umumnya, Tafsir Al-Qurthubi disusun menggunakan metode tahlili (analitis) yang menguraikan ayat demi ayat secara runtut sesuai susunan mushaf Usmani, dimulai dari surah Al-Fatihah hingga surah An-Nas. Dalam mengupas setiap ayat, Imam Al-Qurthubi memadukan pendekatan riwayah (tafsir bil-ma'tsur menggunakan ayat, hadis, dan riwayat sahabat) dengan pendekatan dirayah (tafsir bil-ra'yi berbasis kajian kebahasaan dan rasionalitas yang terukur).
Dalam pengkategorian corak penafsiran, Tafsir Al-Qurthubi menduduki posisi puncak dalam corak Fiqhi (hukum Islam). Kitab ini secara khusus memfokuskan pembahasannya pada ayat-ayat hukum (ayat al-ahkam), dengan mengurai argumen-argumen Fikih, latar belakang turunnya ayat (asbabun nuzul), serta perbedaan pendapat di antara para ulama mazhab. Meskipun Imam Al-Qurthubi sendiri berlatar belakang mazhab Maliki, keistimewaan utama dari karya ini terletak pada sikap keterbukaannya. Beliau tidak fanatik terhadap mazhabnya sendiri dan secara jujur memaparkan serta mengunggulkan (tarjih) pendapat yang didukung oleh dalil paling kuat, dari mana pun pendapat itu berasal.
Meskipun sangat kental dengan orientasi hukum Fikih, Tafsir Al-Qurthubi tidak lantas mengabaikan aspek-aspek penafsiran lainnya. Penulis secara cermat menyisipkan pembahasan tata bahasa (i'rab), balagah, serta pembuktian makna kata melalui syi'ir-syi'ir Arab klasik (syawahid). Bahkan ketika mendapati ayat-ayat yang tidak berkaitan langsung dengan hukum, beliau tetap menyajikan penjelasan takwil dan hikmah kandungan ayat tersebut secara mendalam.
Tafsir Al-Qurthubi diakui oleh para peneliti dan akademisi sebagai ensiklopedia hukum Al-Qur'an yang sangat komprehensif. Kombinasi antara keluasan wawasan Fikih, ketelitian analisis bahasa, dan ketidakfihakan mazhab menjadikan karya monumental ini sebagai pegangan wajib bagi para fuqaha, peneliti studi Islam, serta siapa saja yang ingin mempelajari hukum-hukum syariat langsung dari sumber utamanya.
